Pengental sangat penting untuk mengoptimalkan tekstur sampo, stabilitas, dan daya tarik sensorik. Di bawah ini adalah ikhtisar lengkap tentang pengental utama, termasuk karbomer, PEG-150 distearat, turunan gluko, dan bahan lainnya. Dengan ini ShengQing Materials merangkum kelebihan dan kekurangan berbagai pengental sampo berdasarkan pengalaman per formulator.
Keuntungan:
- Membentuk gel dengan kejernihan tinggi, ideal untuk sampo transparan.
- Stabilitas suspensi yang sangat baik untuk partikel (misalnya exfoliant atau mutiara).
- Kompatibel dengan sistem bebas sulfat dan formulasi pH seimbang.
Kekurangan:
- Membutuhkan penyesuaian pH (netralisasi dengan trietanolamin atau NaOH), menambahkan langkah formulasi.
- Sensitif terhadap elektrolit (misalnya garam), yang dapat mengurangi viskositas.
- Biaya lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa alternatif.
Penggunaan:
- Tambahkan selama fase air; menetralkan penambahan pasca-surfaktan.
- Dosis tipikal: 0,1–0,5%.
Keuntungan:
- Bertindak sebagai pengental dan ko-emulsifier, meningkatkan viskositas dalam sistem kaya surfaktan.
- Menciptakan tekstur lembut melalui pembentukan misel seperti cacing.
- Efisien dalam formulasi proses panas (larut pada suhu 60°C).
Kekurangan:
- Memerlukan pemrosesan termal, sehingga membatasi kompatibilitas campuran dingin.
- Kurang efektif pada sistem dengan surfaktan rendah atau bebas sulfat.
- Asal sintetis mungkin tidak sejalan dengan tren "kecantikan bersih".
Penggunaan:
- Ideal untuk sampo tradisional dengan cocamidopropyl betaine.
- Dosis: 0,5–5%.
Keuntungan:
- Asal alami (glukosa + alkohol lemak), ramah lingkungan dan dapat terurai secara hayati.
- Ringan dan lembut pada kulit kepala sensitif, cocok untuk sampo bayi.
- Berfungsi ganda sebagai surfaktan sekunder untuk meningkatkan busa.
Kekurangan:
- Efisiensi pengentalan lebih rendah dibandingkan dengan sintetis.
- Mungkin memerlukan dosis atau sinergis yang lebih tinggi (misalnya garam).
- Kompatibilitas terbatas dengan konsentrasi elektrolit tinggi.
Penggunaan:
- Terbaik untuk sampo bebas sulfat, alami, atau hipoalergenik.
- Tipe umumnya adalah SQ-DOE 120 atau SQ-DOE 120S.
- Dosis: 1–10%.
Keuntungan:
- Alami dan non-transgenik, menarik bagi formulasi ramah lingkungan.
- Stabil pada rentang pH yang luas (3–9).
- Menyediakan aliran penipisan geser untuk memudahkan penyaluran.
Kekurangan:
- Dapat menimbulkan tekstur berserabut atau berlendir jika digunakan secara berlebihan.
- Membutuhkan waktu hidrasi; rentan terhadap pertumbuhan mikroba tanpa bahan pengawet.
- Kurang efektif pada sistem dengan surfaktan tinggi.
Penggunaan:
- Hidrasi dalam air sebelum menambahkan surfaktan.
- Dosis: 0,1–1%.
Keuntungan:
- Non-ionik, kompatibel dengan sebagian besar surfaktan dan elektrolit.
- Membentuk gel yang halus dan tidak berserabut.
- Hemat biaya dan tersedia secara luas.
Kekurangan:
- Membutuhkan waktu hidrasi yang lama.
- Semoga formulasi awan; tidak ideal untuk sampo bening.
- Stabilitas suspensi sedang.
Penggunaan:
- Cocok untuk sampo buram atau mutiara.
- Dosis: 0,5–2%.
| pengental | Jenis | Keuntungan | Kekurangan | Terbaik Untuk |
| karbomer | Sintetis | Gel bening, stabilitas pH, bebas sulfat | Membutuhkan netralisasi, sensitif terhadap garam | Shampo transparan dengan pH seimbang |
| PEG-150 Distearat | Sintetis | Tekstur lembut, sinergi surfaktan | Pemrosesan panas, asal sintetis | Shampo yang kaya surfaktan dan lembut |
| SQ-DOE 120 | Alami | Ringan, ramah lingkungan, multifungsi | Efisiensi lebih rendah, sensitivitas elektrolit | Shampo alami/kulit kepala sensitif |
| Permen karet Xanthan | Alami | Stabilitas pH yang luas, penipisan geser | Tekstur berserabut, risiko mikroba | Gel yang ramah lingkungan dan dapat menipiskan |
| HEC | Semi-sintetis | Hemat biaya, non-ionik | Gel keruh, hidrasi lambat | Shampo buram atau mutiara |
Pedoman Seleksi
1. Kejelasan vs. Opasitas: Gunakan Carbomer atau HEC untuk masing-masing sampo bening/buram.
2. Daya Tarik Alami: Prioritaskan Derivatif Gluco atau Xanthan Gum untuk formulasi ramah lingkungan.
3. Kemudahan Pemrosesan: PEG-150 Distearate cocok dengan sistem proses panas; HEC/Carbomer memerlukan penyesuaian hidrasi/pH.
4. Biaya: HEC dan Xanthan Gum ramah anggaran; Carbomer dan APG adalah premium.
Poin Penting
- Pengental sintetik (mis., Carbomer, PEG-150 Distearate) menawarkan presisi dan kinerja namun mungkin kurang berkelanjutan.
- Pengental alami (misalnya SQ-DOE 120, Xanthan Gum) memenuhi pasar yang sadar lingkungan namun memerlukan penyesuaian formulasi.
- Campuran sinergis (misalnya APG + garam) dapat mengoptimalkan viskositas dan biaya.
1. Bisakah karbomer cair (kopolimer akrilat) digunakan untuk sampo transparan?
Ya, ShengQing memiliki satu tipe SQ-Susper 40, yang digunakan untuk sabun mandi dan sampo, yang memiliki transparansi sangat baik dan juga kemampuan suspensinya yang luar biasa.
2. Jenis karbomer manakah yang paling cocok untuk formula sampo?
Carbomer 980 dan Ultrez 20 relatif cocok untuk formula sampo. Jenis yang tersisa tidak ideal karena kejernihannya kurang bagus, atau pelarut di dalam karbomer tidak mampu memenuhi standar.