Rutinitas perawatan kulit pagi hari: Anda mengoleskan krim wajah, siap untuk riasan — tetapi saat Anda mengoleskannya, krim tersebut berubah menjadi serpihan putih di kulit Anda. Anda beralih ke krim yang lebih mahal. Masih pil. Anda beralih ke lotion yang lebih ringan. Sekarang tidak cukup melembapkan — kulit Anda terasa kering dalam beberapa jam. Untuk kulit sensitif, kondisinya bahkan lebih buruk lagi: perubahan musim menyebabkan kemerahan dan perih, apa pun yang Anda gunakan. Salah siapa ini? Kulitmu? Teknik aplikasi Anda? Atau krimnya sendiri? Jawabannya: pengemulsi.
Titik Sakit ①: Pilling — Produk Terbuang, Riasan Rusak
Pilling krim terjadi ketika sistem emulsifikasi tidak stabil, atau ketika pengental dan pembentuk film berbenturan dengan produk lanjutannya (tabir surya, alas bedak). Pengemulsi tradisional terlalu mengandalkan pengental dan pendispersi untuk stabilitas, sehingga membentuk “lapisan lem” pada kulit yang hancur dan terkelupas dengan sedikit sentuhan.
Titik Sakit ②: Berat — Seperti Mengolesi Lemak Babi
Beberapa krim terlalu oklusif — meninggalkan kesan berminyak, terasa menyesakkan, dan bahkan menyebabkan jerawat. Itu karena pengemulsi tradisional dipadukan dengan minyak oklusif berat, hanya berfokus pada “penyegelan” tanpa mempertimbangkan “pernapasan”.
Titik Sakit ③: Penyerapan Buruk — Kulit Masih Kering Beberapa Jam Kemudian
“Saya mengoleskan krim tetapi kulit saya kembali kering dalam dua jam” – ini adalah tanda klasik kehilangan air transepidermal yang tinggi (TEWL). Pengemulsi tradisional hanya mencampurkan minyak dan air; bahan-bahan tersebut tidak dapat membentuk penghalang pelembab yang tahan lama, sehingga kelembapan terus keluar.
Titik Sakit ④: Iritasi — Mimpi Buruk bagi Kulit Sensitif
Banyak pengemulsi tradisional mengandung rantai PEG atau turunan minyak bumi yang dapat mengiritasi kulit sensitif atau kulit bermasalah. Semakin banyak Anda mengaplikasikannya, warnanya akan semakin merah dan gatal — masalahnya bukan pada bahan aktifnya, melainkan pada pengemulsinya.
SQ-EM 68 memiliki nama INCI Cetearyl Glucoside & Cetearyl Alcohol. Ini adalah pengemulsi O/W (minyak dalam air) non-ionik dengan kemampuan terurai secara hayati yang sangat baik.
Apa yang membuatnya berbeda?
1. 100% Berasal dari Tumbuhan, Bebas PEG, Sangat Ringan
SQ-EM 68 menggantikan gugus teretoksilasi yang umum pada surfaktan non-ionik tradisional dengan polisakarida alami. Tanpa PEG, tanpa risiko 1,4-dioksan, iritasi sangat rendah pada kulit dan mata. Aman untuk kulit sensitif dan produk perawatan bayi.
2. Pengemulsi Kristal Cair Berkinerja Tinggi — Membangun Struktur Biomimetik
SQ-EM 68 dengan mudah membangun struktur kristal cair pipih — struktur yang sangat mirip dengan lapisan ganda lipid pada stratum korneum kulit manusia. Alih-alih mencampurkan minyak dan air secara paksa, produk ini meniru struktur pelindung kulit, mengunci kelembapan lapis demi lapis ke dalam kulit.
3. Penebalan Sendiri — Tidak Perlu Pengental Ekstra
SQ-EM 68 memiliki sifat self-thickening yang sangat baik. Ini berarti formulanya tidak bergantung pada pengental dalam jumlah besar untuk mencapai viskositas ideal — sehingga mengurangi risiko penumpukan pada sumbernya.
4. Pelepasan Bahan Aktif Secara Berkelanjutan — Tanpa Investasi yang Terbuang
Struktur kristal cair pipih merangkum bahan aktif untuk pelepasan berkelanjutan. Bahan-bahan premium seperti ceramide, peptida, dan niacinamide diserap secara perlahan dan mendalam ke dalam kulit, bukan terbuang di permukaan.
1. Pilling → Penebalan Sendiri + Struktur Kristal Cair = Tidak Ada Lagi “Lem Film”
Properti pengental otomatis SQ-EM 68 mengurangi ketergantungan pada pengental. Sementara itu, struktur kristal cair pipih tidak membentuk “lapisan lem” yang kaku, melainkan penghalang biomimetik yang fleksibel dan dapat bernapas. Produk ini sangat kompatibel dengan tabir surya dan alas bedak — tidak ada lagi pilling.
2. Berat → Terasa Halus, Ringan Tidak Berminyak
Krim yang dibuat dengan SQ-EM 68 memiliki kecerahan seperti porselen dan terasa halus dan halus. Daya sebar yang luar biasa — meleleh seperti es krim saat diaplikasikan, melembapkan namun tidak berminyak. Tidak berat untuk kulit berminyak, namun cukup melembapkan untuk kulit kering.
3. Penyerapan Buruk → Struktur Kristal Cair Mengunci Kelembapan, Peningkatan Hidrasi 8%-15%.
Struktur kristal cair pipih secara signifikan mengurangi TEWL. Studi menunjukkan bahwa emulsi berbahan dasar kristal cair dapat meningkatkan hidrasi kulit sebesar 8%-15%. Kelembapan dikunci lapis demi lapis — hidrasi lebih tahan lama.
4. Iritasi → Ringan Secara Alami, Aman untuk Kulit Sensitif & Bayi
100% berasal dari tumbuhan, bebas PEG, tanpa risiko 1,4-dioksan. Kompatibilitas pH luas non-ionik (5,5-7,5). Cocok untuk krim jerawat, krim bayi, krim kulit sensitif, tabir surya, dan lainnya.
SQ-EM 68 menawarkan kompatibilitas luar biasa di berbagai kategori krim wajah:

Kepada Konsumen: Lain kali Anda membeli krim wajah, periksa daftar bahannya. Jika Anda melihat “Cetaaril Glukosida” dan “Cetaaril Alkohol” di dekat bagian atas, itu berarti merek tersebut telah melakukan upaya nyata dalam perbaikan tekstur dan penghalang — belilah, dan Anda tidak akan kecewa.
Untuk Formulator: SQ-EM 68 dikenal luas sebagai pengemulsi kristal cair ringan di pasaran. Jika Anda mencari pengemulsi bebas PEG yang menceritakan kisah “kecantikan bersih” sekaligus memberikan nuansa kulit premium, SQ-EM 68 patut untuk dicoba. Spesifikasi utama yang perlu diperhatikan: kadar air ≤1%, nilai asam ≤5 mgKOH/g, umur simpan 24 bulan, simpan dalam keadaan tertutup di tempat sejuk, kering, dan terlindungi dari cahaya. Untuk formulasi sampel atau dukungan pengujian stabilitas, jangan ragu untuk menghubungi kami.